Diusia pra sekolah, anak-anak secara alamiah mulai gemar berinteraksi dengan lingkungan sekitar, apalagi bila orang tua sering mengutip ucapan guru atau dokter sebagai “senjata” menghadapi si kecil yang tidak menurut, misal : “kata bu guru, kamu harus cepat tidur supaya besok tidak terlambat ke sekolah.” Atau “ayo, bu dokter waktu itu pesan apa? Kamu tidak boleh banyak makan permen kan biar gigimu bagus?” Strategi seperti ini, memang efektif dan kadang di perlukan. Dengan catatan, bila kebutuhannya sangat mendesak. Jika terus menerus digunakan pada anak, bisa muncul anggapan guru atau dokter adalah panutan yang harus dipatuhi, sedangkan orang tua tidak. Lama kelamaan bisa muncul sikap membangkang pada orang tua. Jadi orang tua pun harus bisa menanamkan kepatuhan dalam diri anak tanpa perlu menjadikan figur lain seperti guru atau dokter sebagai tameng.
Blog TB/KB/TKIT Salman Al Farisi 2 Yogyakarta
"Dan hendaklah kamu sekalian takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (Q.S. An Nisaa' : 9)
Pendataan siswa baru tahun ajaran 2013/2014 bisa lihat di sini
Selasa, 23 Maret 2010
Senin, 01 Februari 2010
UKHUWWAH ISLAMIYAH
Ukhuwwah, persatuan, persaudaraan apapun istilahnya merupakan pondasi bagi kejayaan islam dan kebangkitan umatnya. Begitu pentingnya arti Ukhuwah dalam islam sehingga Allah SWT menurunkan suatu pedoman bagi kita didalam Al-Quran mengenai bagaimana supaya Ukhuwah di antara umat islam tetap terjaga dan tidak menjadi rusak yang akhirnya mengakibatkan kehancuran bagi umat islam itu sendiri. Salah satu pedoman yang diberikan Allah SWT agar Ukhuwah tetap terjaga adalah dengan diturukankan Surat Al-Hujurat ayat 11 : 12
Belajar Dari Husain
Pembaca setia buletin Salman, mungkin Anda pernah membaca buku yang berjudul “Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Qur’an” yang ditulis oleh Dina Y.Sulaeman (2007). Memang segalanya tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Diantaranya untuk menganugrahkan kemampuan luar biasa pada anak yang baru berusia 5 tahun, dimana dia mampu menghafal seluruh isi Al Qur’an, bisa menterjemahkan arti tiap ayat ke dalam bahasa ibunya (bahasa Persia), mampu memahami makna ayat-ayat tersebut dan bisa menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Dialah Sayyid Muhammad Husein Tabataba’I yang memperoleh hidayah Allah SWT. Pada usia 7 tahun, Ia mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam bidang “Science of The Retention of The Holy Qur’an”. Kita sebagai orang tua atau pendidik tentu sangat mengidamkan untuk memiliki anak seperti dia.
Langganan:
Postingan (Atom)